P2K3

Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) safety committee

DSC08802

Berdasarkan pasal 10 ayat (1) undang-undang no.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
Perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja/buruh di atas 100 orang atau lebih wajib membentuk P2K3 guna memperkembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau perorang dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama di bidang K3 dalam rangka menjalankan usaha berproduksi. Susunan panitia PK3 tugas dan lainnya di kerjakan oleh MENAKER RI.
Tempat kerja di mana pengusaha atau pengurus memperkerjakan kurang dari 100 (seratus) orang akan tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai resiko yang besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinar radio aktif
Maksud dan tujuan
Maksud
Bahwa untuk mencegah terjadinya gangguan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dalam rangka peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja, perlu penetapan keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan kesehatan kerja di perusahaan-perusahaan.
Tujuan
Bahwa sehubungan hal tersebut di atas perusahaan perlu memiliki P2K3 untuk membantu pimpinan perusahaan dalam penetapan keselamatan kerja, hygiene perusahaan dan keselamatan kerja
Persyaratan P2K3

1. Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusaha dan pekerja yang susunannya terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota
2. Sekretaris P2K3 ialah ahli keselamatan kerja dari perusahaan yang bersangkutan

Tugas dan fungsi P2K3

Tugas
P2K3 mempunyai tugas memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengawas mengenai masalah K3

Fungsi
a. Menghimpun dan mengolah data tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja;

b. Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:

1. Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk bahaya kebakaran dan peledakan serta cara penanggulangannya.
2. Faktor yang dapatmempengaruhi efisiensi dari produktivitas kerja.
3. Alat pelindung diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan
4. Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan perkerjaannya

c. Membantu pengusaha dan pengurus dalam:
1. Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja
2. Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik.
3. Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
4. Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, penyakit akibat kerja serta mengambil langkah-langkah yang di perlukan
5. Mengembangkan penyuluhan dan penelitian di bidang keselamatan dan kesehatan kerja dan ergonomic
6. Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanan di perusahaan
7. Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
8. Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja
9. Mengembangkan laboratorium kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan pemeriksaaan laboratorium dan melaksanakan interpretasi hasil pemeriksaaan
10. Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerha, hygene perusahaan dan kesehatan kerja

d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijaksanaan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja, hygene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomic dan gizi tenaga kerja.

dan jika memungkinkan maka bisa mengisi form pendaftaran P2K3 di bawah ini.
[contact_form]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *